Begitu cepatnya pertumbuhan Facebook, membuat Facebook kewalahan karena
menampung data pengguna yang tak terhingga banyaknya. Sebelum Facebook
menampilkan iklan, banyak pengguna yang khawatir informasi pribadi
mereka dijual ke pihak ketiga untuk mendanai Facebook. Lagi lagi,
ternyata unformasi kita di Facebook berstatus "public" karena muncul
dalam pencarian Search Engine. Berlanjut kemudian dengan peluncuran
fitur-fitur baru yang jelas-jelas melanggar privasi pengguna, seperti
iklan atau aplikasi.
Akibatnya, banyak pengguna Facebook yang tidak percaya lagi dengan
Facebook. Sebuah jajak pendapat CNBC terbaru menemukan bahwa "59 persen
responden mengatakan bahwa mereka memiliki sedikit bahkan tidak memiliki
kepercayaan kepada Facebook untuk
menjaga informasi pribadi mereka." Akhirnya, Federal Trade Commission berniat untuk menghentikan Facebook, tapi terlambat delapan tahun.
menjaga informasi pribadi mereka." Akhirnya, Federal Trade Commission berniat untuk menghentikan Facebook, tapi terlambat delapan tahun.
Berbeda dengan Twitter yang mengambil pendekatan yang berlawanan.
Perusahaan tidak pernah mempublikasikan informasi pribadi penggunanya
bahkan ketika memperkenalkan fitur atau aplikasi baru. Tidak seperti
Facebook, sampai saat ini Twitter bahkan belum pernah merubah kebijakan
privasi pengguna.
Perbedaan mencolok antara pendekatan kedua perusahaan untuk privasi ini terbukti dengan pengenalan produk.
Dalam jangka panjang, pengguna social network akan lebih percaya kepada
Twitter daripada Facebook. Dan untuk jangka panjang Twitter akan
membangun kepercayaan penggunanya meskipun perlahan-lahan dan dengan
demikian, Twitter bisa memenangkan lomba.
Menurut Kamu ?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar