Sabtu, 03 November 2012

Bank MANDIRI VS BCA

Di antara sekian banyak emiten yang melaporkan kinerjanya tersebut, terdapat dua perusahaan bidang perbankan yang selama ini memiliki persaingan cukup ketat. Kedua emiten tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk.

Dalam keterangan pers Laporan keuangan semester I-2012, Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini mengungkapkan, laba bersih perusahaan selama enam bulan terakhir mencapai Rp7,1 triliun. Raihan laba tersebut, naik 13 persen dibandingkan periode sama setahun yang lalu sebesar Rp6,3 triliun.

"Perhitungan itu tanpa fee base correction dari saham Garuda Indonesia," kata Zulkifli di kantornya, Jakarta, Senin 30 Juli 2012.



Sepanjang semester I-2012, aset Bank Mandiri tercatat naik 20,4 persen atau sebesar Rp96,8 triliun menjadi Rp571,8 triliun.

Terkait kredit, Bank Mandiri selama semester I-2012 menyalurkan sebesar Rp350,4 triliun, naik 26,6 persen dibandingkan semester I-2011 sebesar Rp276,7 triliun.

Dari sisi pendapatan, bank milik pemerintah itu mendapatkan bunga bersih sebesar Rp13,8 triliun atau naik 22,9 persen. Sementara pendapatan dari fee base income mencapai Rp5,7 triliun. Total pendapatan Bank Mandiri mencapai Rp19,5 triliun.

Kinerja BCA
Sementara itu, pesaing terdekat Bank Mandiri, BCA juga melaporkan kinerja keuangan semester I-2012. Bank milik keluarga Salim ini mencatat laba bersih sebesar Rp5,3 trilun atau tumbuh 10,5 persen. Sedangkan rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 14,7 persen.

Pertumbuhan laba perusahaan ini didukung oleh penyaluran kredit yang mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp41,5 persen. Kreedit BCA bertambah Rp66,3 triliun menjadi Rp226 triliun.

"Pertumbuhan ini di dorong oleh pertumbuhan porfolio KPR yang tumbuh sebesar 73,5 persen yoy menjadi RP36,5 triliun," ujar Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja dalam keterangan persnya.

Tinggi pertumbuhan kredit tersebut, membantu tumbuhnya pendapatan bunga bersih sebesar 14,4 persen menjadi Rp 9,2 triliun. Pendapatan operasional lainnya pun naik 12,1 persen menjadi Rp 3,6 triliun yang didukung oleh peningkatan pendapatan dari jasa penyediaan layanan transaksi.

"Selanjutnya, ekspansi kredit dan penyediaan layanan transaksi perbankan diharapkan akan tetap mendukung protitabilitas BCA di tengah lingkungan yang kompetitif," ungkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar