Di antara sekian banyak emiten yang melaporkan kinerjanya tersebut,
terdapat dua perusahaan bidang perbankan yang selama ini memiliki
persaingan cukup ketat. Kedua emiten tersebut adalah PT Bank Mandiri Tbk
dan PT Bank Central Asia Tbk.
Dalam keterangan pers Laporan
keuangan semester I-2012, Direktur Utama Bank Mandiri, Zulkifli Zaini
mengungkapkan, laba bersih perusahaan selama enam bulan terakhir
mencapai Rp7,1 triliun. Raihan laba tersebut, naik 13 persen
dibandingkan periode sama setahun yang lalu sebesar Rp6,3 triliun.
"Perhitungan itu tanpa fee base correction dari saham Garuda Indonesia," kata Zulkifli di kantornya, Jakarta, Senin 30 Juli 2012.
Sepanjang semester I-2012, aset Bank Mandiri tercatat naik 20,4 persen atau sebesar Rp96,8 triliun menjadi Rp571,8 triliun.
Terkait
kredit, Bank Mandiri selama semester I-2012 menyalurkan sebesar Rp350,4
triliun, naik 26,6 persen dibandingkan semester I-2011 sebesar Rp276,7
triliun.
Dari sisi pendapatan, bank milik pemerintah itu
mendapatkan bunga bersih sebesar Rp13,8 triliun atau naik 22,9 persen.
Sementara pendapatan dari fee base income mencapai Rp5,7 triliun. Total
pendapatan Bank Mandiri mencapai Rp19,5 triliun.
Kinerja BCA
Sementara
itu, pesaing terdekat Bank Mandiri, BCA juga melaporkan kinerja
keuangan semester I-2012. Bank milik keluarga Salim ini mencatat laba
bersih sebesar Rp5,3 trilun atau tumbuh 10,5 persen. Sedangkan rasio
kecukupan modal (CAR) tercatat 14,7 persen.
Pertumbuhan laba
perusahaan ini didukung oleh penyaluran kredit yang mengalami kenaikan
signifikan sebesar Rp41,5 persen. Kreedit BCA bertambah Rp66,3 triliun
menjadi Rp226 triliun.
"Pertumbuhan ini di dorong oleh
pertumbuhan porfolio KPR yang tumbuh sebesar 73,5 persen yoy menjadi
RP36,5 triliun," ujar Direktur Utama BCA, Jahja Setiaatmadja dalam
keterangan persnya.
Tinggi pertumbuhan kredit tersebut, membantu
tumbuhnya pendapatan bunga bersih sebesar 14,4 persen menjadi Rp 9,2
triliun. Pendapatan operasional lainnya pun naik 12,1 persen menjadi Rp
3,6 triliun yang didukung oleh peningkatan pendapatan dari jasa
penyediaan layanan transaksi.
"Selanjutnya, ekspansi kredit dan
penyediaan layanan transaksi perbankan diharapkan akan tetap mendukung
protitabilitas BCA di tengah lingkungan yang kompetitif," ungkapnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar